Kupandangi Vibi dari jauh. Penampilannya masih tetap sama dengan setahun yang lalu, ketika pertama kali dia menemaniku jalan-jalan bersama Rino, cowokku, di suatu sore yang indah. Vibi memang cantik dan menyenangkan. Dia juga lincah. Tak heran jika Rino sangat menyayanginya.
“Perasaan sayang gue ke elo, sama seperti perasaan sayang gue ke Vibi,” kata Rino suatu hari.
Pernyataan ini jelas membuatku sedih, marah, dan cemburu. Bagaimanapun, aku nggak terima disamakan begitu saja dengan Vibi. Aku ceweknya, seharusnya aku berhak mendapatkan kasih sayangnya secara utuh. Tetapi akhirnya aku sadar, sebelum mengenalku, Rino sudah bersama Vibi. Vibi adalah separuh napasnya, aku tidak bisa memisahkan Rino Dari Vibi, begitu juga sebaliknya. Perlu waktu lama untuk memahami semua ini.
Satu hal yang aku suka dari Vibi, ia selalu ada ketika aku sedang membutuhkannya, sama seperti Rino. Inilah yang membuatku turut menyayanginya. Tetapi tak jarang juga Vibi membuatku uring-uringan. Bayangkan, malam Minggu yang seharusnya menjadi milikku dengan Rino, kadang-kadang dengan mudah direbutnya dariku. Dan ketika ku-sms, dengan santainya Rino akan mengatakan bahwa dia sedang ada di salon menemani Vibi treatment. Betapa beruntungnya Vibi. Aku saja nggak pernah diperlakukan seperti itu. Boro-boro mau nungguin, nganterin aja nggak. Pokoknya Rino anti untuk yang satu ini. Alasannya, tanpa ke salon pun aku sudah cantik. Gombal!
* * *
Permusuhan itu menyakitkan. Mungkin inilah yang dirasakan Vibi ketika aku melarang Rino untuk mengajaknya serta dalam pertemuan-pertemuan kami. Waktu itu aku mengultimatum Rino, “Jauhi Vibi, atau kita putus.”
Aku merasa Vibi telah mempermalukanku di depan teman-temanku pada pesta ulang tahun Reina yang mewah. Aku memang berusaha tetap jaga gengsi di hadapan mereka. Tetapi malam itu, Vibi telah mengacaukan semuanya. Sejak saat itu aku benar-benar membencinya.
* * *
“Mey, Vibi hilang!” adu Rino kemarin sore melalui telpon.
“Apa, Vibi hilang?” ulangku.
Seketika itu juga aku menemui Rino di tempat kami biasa bertemu. Kuhampiri Rino di bangku taman belakang sekolah. Wajahnya tampak murung. Aku menyesal telah mengacuhkan Vibi yang selama ini menjadi bagian kisahku dengan Rino. Aku ingat, pertemuan terakhirku dengan Vibi adalah sebulan yang lalu.
“Udah nyoba lapor polisi?” tanyaku pelan. Rino menggeleng lemah. Kelihatannya dia sangat terpukul dengan kejadian ini. “Rin, Vibi pasti kembali,” yakinku. Mudah-mudahan ini dapat sedikit menghiburnya. “Kita akan mencarinya bersama-sama,” lanjutku.
Rino mendesah, pandangannya lurus ke depan. “Makasih, Mey. Ternyata elo masih peduli sama Vibi,” ujarnya sambil beralih memandangku. Kubalas pandangannya dengan senyuman.
Perlahan daun-daun kering dari pohon flamboyan yang menaungi kami saat itu meluruh, mengotori sebuah bangku taman yang bagi kami sangat bersejarah, karena disinilah kali pertama kami menemukan nama ‘Vibi’ kemudian memberikannya untuk motor antik Rino, sebuah vespa butut.
Cerpen ini dimuat di Harian Surya, Minggu 21 November 2004
3,753 total views, 9 views today

9 Komentar. Leave new
I have discovered excellent articles right here. I like the
way you describe. Good!
Nice weblog here! Additionally your web site a
lot up fast! What web host are you the usage of? Can I am getting your affiliate link to your host?
I desire my website loaded up as fast as yours lol
When I initially commented I appear to have clicked on the -Notify me when new comments are added- checkbox and now whenever a comment is added
I get 4 emails with the exact same comment. Is there an easy method you are able
to remove me from that service? Kudos!
Simply desire to say your article is as astounding.
The clearness in your post is just nice and i could assume you are an expert on this subject.
Fine with your permission let me to grab your RSS feed to keep up to date with forthcoming post.
Thanks a million and please carry on the gratifying work.
It’s perfect time to make some plans for the future and it’s
time to be happy. I’ve read this post and if I could I wish to
suggest you some interesting things or tips.
Perhaps you can write next articles referring to this article.
I wish to read even more things about it!
Hey There. I found your blog using msn. This is a very well written article.
I’ll make sure to bookmark it and return to read more of your useful info.
Thanks for the post. I’ll definitely return.
This post will help the internet people for building up new webpage or even a weblog from start to end.
Link exchange is nothing else but it is just placing the other person’s weblog link on your page at suitable place
and other person will also do similar in support of you.
Good day! This post could not be written any better! Reading this post
reminds me of my good old room mate! He always kept chatting about this.
I will forward this page to him. Pretty sure he will have
a good read. Many thanks for sharing!