Fira Mataku masih terpaku menatap layar laptop. Sejam lebih aku duduk di kafe ini. Muffinyang kupesan hangat-hangat tadi berangsur mendingin. Tak secuil pun bagiannya kusentuh. Demikian pula dengan secangkir coklat…
Masih dalam rangka Hari Perempuan Sedunia 8 Maret, saya sengaja memosting tulisan yang bertema “perempuan”, sebagai kado untuk para perempuan :). Kali ini dalam bentuk cerpen. Cerpen ini belum pernah…
Oleh: RF.Dhonna Sukarti membolak-balik modul di tangannya. Mata tuanya menyipit. Buat Sukarti yang sudah nenek-nenek, tulisan di modul setebal bantal itu tampak tak jelas. Meski kacamata bacanya telah dipasangnya…
Suasana masih lengang ketika Danesh menyusuri lahan parkir di kawasan komplek pertokoaan Betiri. Lalu lalang kendaraan belum terlalu padat. Beberapa pedagang kaki lima tampak mulai berbenah. Masih terlalu pagi…
Cerpen: RF.Dhonna “Tok… tok… tok… !” Raia terkesiap. Angin malam yang mendesau pelan tak mampu mengubah kecepatan detak jantungnya yang semakin tak beraturan. Raia merengkuh keempat buah hatinya, bukan sekedar…
Cerpen: R.F Dhonna Seorang ibu termangu di sebuah bangku panjang, tepat di bawah pohon asam. Perempuan itu menanti putrinya pulang sekolah di bawah pohon yang ditanam di samping kanan gerbang…
Cerpen: R.F.Dhonna Hingar bingar pesta masih berlangsung di luar sana. Suaranya benar-benar memekakkan telingaku. Aku ingin menghentikannya, tapi aku harus bersabar sampai beberapa hari lagi. Sungguh,…
Cerpen: R.F.Dhonna Titik-titik hujan mulai membasahi tubuh ringkih yang kedinginan itu. Sesekali ia terbatuk-batuk. Musim hujan kali ini membuat pemuda itu tersiksa oleh penyakit menahun yang dideritanya. Tiba-tiba ia teringat…