Setiap manusia dilahirkan dengan kekurangan dan kelebihan, termasuk suami kita. Agar bisa mencintai suami dengan ikhlas, cintailah dia dengan apa adanya. Tidak perlu menuntut suami untuk menjadi seperti keinginan kita, karena sebagai pasangan suami istri, kita bisa saling melengkapi kekurangan dan kelebihan masing-masing. Asalkan suami berperilaku Islami, kita tidak perlu risau. Jadi, cintai kekurang-sempurnaan suami kita dengan cinta yang sempurna. (RF.Dhonna)–>komen ini dimuat di UMMI SPESIAL edisi Mei–Juli 2010. cekidot! ;)
4 Komentar. Leave new
amin….yuk sama2 berusaha menerapkan smpai akhir hayat ๐
bikin opini sesuai dg tema yg diangkat ๐
gpp meski blm jd bunda ๐
mudah2an bisa menjalaninya nih…
thanks
Kayak apa caranya biar dimuat bunda
pengen nyoba
eh tapi diriku belum jadi bunda hehehehee